DIARE DAN CARA PENCEGAHAN JUGA PENGOBATAN

DIARE DAN CARA PENCEGAHAN JUGA 
PENGOBATAN 

Hasil gambar untuk DIARE
PEMNGERTIAN DIARE 
Penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak segera diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Data terakhir dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa di Indonesia diare menjadi penyakit pembunuh kedua bayi di bawah lima tahun (balita) setelah radang paru atau pneumonia. Banyak faktor risiko yang diduga menjadi penyebab terjadinya penyakit diare pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakterologis air, dan kondisi rumah. 
Sanitasi yang buruk dituding sebagai penyebab banyaknya kontaminasi bakteri E.coli dalam air bersih yang dikonsumsi masyarakat. Bakteri E.coli mengindikasikan adanya pencemaran tinja manusia. Kontaminasi bakteri E.coli terjadi pada air tanah yang banyak disedot penduduk di perkotaan, dan sungai yang menjadi sumber air baku di PDAM pun tercemar bakteri ini.

GEJALA DIARE
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa malu karena sering ke toilet dan terganggunya aktivitas sehari-hari; diare yang berat juga dapat menyebabkan kehilangan cairan (dehidrasi) dan kehilangan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium dan klorida.
Jika sejumlah besar cairan dan elektrolit hilang, tekanan darah akan turun dan dapat menyebabkan pingsan, denyut jantung tidak normal (aritmia) dan kelainan serius lainnya. Resiko ini terjadi terutama pada anak-anak, orang tua, orang dengan kondisi lemah dan penderita diare yang berat.
Hilangnya bikarbonat bisa menyebabkan asidosis, suatu gangguan keseimbangan asam-basa dalam darah.

FAKTOR PENYEBAB 
Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu,
  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,
  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.
CARA PENANGGULANGANNYA
Beberapa strain E.Coli dikenal sebagai salah satu penyebab diare berat pada bayi yang baru lahir. Beberapa strain ini disebut low birth weight infants. Kuman ini terdapat di tinja, perairan yang kotor, atau jamban (WC). Jika diare disebabkan kuman ini, pada saat diperiksa, didalam usus halus bayi terdapat banyak E.Coli. kuman ini mengeluarkan sejenis racun yang merusak selaput lendir usus halus.
Gejala yang timbul pada diare akibat kuman E.Coli, yaitu sering buang-buang air, muntah-muntah sehingga anak tidak mau minum, jika terjadi dehidrasi volume air kencing anak berkurang, tinja dapat bercampur dengan darah.
Diare akibat kuman E.Coli dapat diikuti dengan lactose intolerance atau penolakan terhadap zat lactose (lactoglobulin) yang biasanya terdapat pada susu formula. Oleh karena itu, penderita diare jenis ini harus diberi susu bebas laktosa atau susus rendah laktosa. Sebab, kadar laktosa akan menambah beratnya diare.
Pengobatan terbaik untuk diare yang diakibatkan oleh kuman E.Coli adalah dengan menggunakan Colistin dan Neomicyn.

PENGOBATAN DIARE
Diare merupakan suatu gejala dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.
Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide. Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.
Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus. Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.
Jika seseorang atau balita telah terserang diare, langkah awal yang dapat dilakukan adalah:
  1. Berikan minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang;
  2. Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu);
  3. Berikan garam Oralit.
Segeralah priksakan penderita ke dokter apabila diare berkelanjutan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.
(Dari berbagai sumber)



 SUMBER ;
https://murtaqicomunity.wordpress.com/2009/07/07/diare-cara-pengobatan-dan-pencegahannya/
http://www.alodokter.com/diare
https://rinarinrin18.wordpress.com/diare-dan-penanggulangannya/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKHNOLOGI YANG TERINSPIRASI DARI JARINGAN TUMBUHAN